Satukan 14 Organisasi Wartawan, FKJI Indramayu Perkuat Solidaritas Pers Lokal
FKJI Indramayu sukses menyatukan 14 pimpinan organisasi pers untuk perkuat solidaritas, kepengurusan, dan kualitas jurnalistik.
INDRAMAYU - Forum Ketua Jurnalis Indramayu (FKJI) mencetak momentum penting bagi peta kewartawanan daerah dengan menyatukan 14 pimpinan organisasi, forum, dan komunitas pers dalam satu wadah. Langkah ini diambil untuk memperkuat solidaritas pekerja media di era digital.
Penyatuan sikap tersebut ditegaskan dalam rapat konsolidasi internal FKJI yang bertempat di Rumah Makan Payoe, Jalan Olahraga, Indramayu, pada Rabu (5/8/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKJI, Asmawi Day.
Melalui pertemuan ini, FKJI secara resmi merapikan dan memperkuat struktur kepengurusan baru organisasi. Langkah ini menjadi pijakan dasar dalam menyelaraskan langkah belasan komunitas pers di Kabupaten Indramayu.
Kehadiran belasan pimpinan media ini menjadi simbol soliditas insan pers di Bumi Wiralodra. Kerja sama lintas organisasi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik secara menyeluruh.
Ketua FKJI, Asmawi Day, menegaskan bahwa seluruh elemen yang tergabung telah mengikrarkan komitmen bersama. Konsolidasi ini menjadi bukti nyata makin eratnya persatuan insan pers di daerah.
"Anggota kami terdiri dari 14 unsur organisasi, forum, dan komunitas kewartawanan yang telah menyatakan solid melalui konsolidasi ini. Jumlah tersebut masih sangat memungkinkan bertambah," ujar Asmawi, yang akrab disapa Bang Day.
Ia menambahkan bahwa loyalitas dan kebersamaan menjadi kunci utama bagi organisasi. Kebersamaan ini dibutuhkan agar fungsi kontrol sosial dapat dijalankan secara optimal dan bermartabat.
Sinergi 14 organisasi ini mencakup Chong Soneta (KOMBES), Atim Sawano (IWOI), Dewa (PJIB), Cutisna (JOIN), Asmawi Day (Ketua FKJI), Wira (KWRI), H. A. Gani (FORWIT), Ali Z (Geplak), Dedi S. Musashi (PWI), Tomi Susanto (FPWI), Kang Supardi (IWO), Nurpad (KJB), Almak (IWO), dan Taufik (IMOI).
Selain mempererat silaturahmi, Koalisi FKJI sepakat untuk terus memupuk profesionalisme para anggotanya. Penataan internal ini diiringi komitmen untuk menaati Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Prinsip-prinsip Kode Etik Jurnalistik (KEJ) juga menjadi dasar utama yang mengikat seluruh jurnalis di bawah naungan FKJI. Setiap berita yang diproduksi diwajibkan memenuhi asas keterimbangan dan keakuratan.
Guna menjaga kualitas jurnalisme dari wadah yang besar ini, FKJI merancang program pengembangan SDM. Agenda pelatihan jurnalistik berkala diproyeksikan menjadi program rutin organisasi.
FKJI juga mendorong partisipasi aktif anggotanya untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) berjenjang. Program ini menjadi tolok ukur standar keahlian bagi seluruh jurnalis yang tergabung.
Dukungan terhadap persatuan ini turut disampaikan oleh Ketua PWI Kabupaten Indramayu, H. Dedi S. Musashi, bersama H. Udi Iswahyudi. Keduanya mengapresiasi kesolidan yang terbangun di tubuh FKJI.
Namun demikian, keduanya mengingatkan agar nama besar koalisi ini dijaga dengan ketat. Perlindungan marwah organisasi dari aksi pencatutan oleh pihak tak bertanggung jawab menjadi prioritas bersama.
"Semoga para jurnalis dapat terus menjadi pilar demokrasi yang sehat, independen, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Mari jaga kesolidan ini dan tetap konsisten pada jalur profesional," tegas H. Udi.
Langkah preventif ini penting dilakukan agar FKJI terus mempertahankan wibawa, integritas, dan kredibilitasnya di mata publik maupun mitra pemerintah.
Melalui konsolidasi dan persatuan 14 organisasi ini, FKJI optimistis mampu melahirkan jurnalis yang cerdas dan taat kaidah, sekaligus menjadi wadah pemersatu pers yang solid di Indramayu. (*)
Baca Juga:

Posting Komentar