Jalan Poros Mundu-Segeran Indramayu Tuntas 100 Persen, Warga Ragem Gotong Royong Kawal Pembangunan Aspirasi Suhendri
Rehabilitasi Jalan Desa Mundu tuntas dikerjakan. Akses vital Karangampel-Juntinyuat kini mulus dan siap dongkrak perekonomian petani.
INDRAMAYU - Cahaya penerangan dari genset pekerja membelah temaramnya subuh di Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu. Di bawah pendar lampu tersebut, aktivitas truk ready mix dan lalang kendaraan grandong yang mengangkut adonan beton ke lokasi pengerjaan untuk dihamparkan oleh para pekerja perlahan usai, menandai akhir dari pembangunan akses jalan vital yang telah lama dinantikan warga.
Tepat pada Jumat (07/08/2026) subuh sekira pukul 04.00 WIB, pengerjaan proyek rehabilitasi jalan tersebut dinyatakan rampung 100 persen. Kejadian ini menandai babak baru bagi aksesibilitas antar-wilayah di wilayah Indramayu Timur yang selama ini sangat diidam-idamkan oleh masyarakat setempat.
Keberhasilan penyelesaian proyek ini tidak terlepas dari tingginya semangat kebersamaan (ragem) warga setempat. Sejak hari pertama pelaksanaan, masyarakat sekitar secara sukarela bahu-membahu menyukseskan jalannya pembangunan infrastruktur tersebut agar berjalan lancar tanpa hambatan.
Bentuk partisipasi aktif warga ditunjukkan dengan tindakan nyata di lapangan, salah satunya adalah dengan mengatur dan menutup sementara akses keluar-masuk kendaraan. Langkah tegas namun tertib ini diambil demi memberikan ruang aman bagi para pekerja serta menjaga kualitas hasil akhir pekerjaan fisik jalan.
Langkah penutupan sementara tersebut meminimalkan risiko kerusakan material jalan yang masih basah atau belum mengeras sempurna. Kerja sama yang solid antara pelaksana proyek dan warga ini terbukti efektif mempercepat waktu penyelesaian hingga tuntas.
Jalan poros yang baru direhabilitasi sepanjang 185 meter ini memiliki fungsi yang sangat strategis dalam konteks konektivitas wilayah. Jalur tersebut menjadi penghubung utama antara Desa Mundu di Kecamatan Karangampel dengan Desa Segeran di Kecamatan Juntinyuat.
Bagi masyarakat lokal, keberadaan jalan poros yang mulus ini bukan sekadar pembangunan fisik semata. Akses ini merupakan urat nadi transportasi harian yang mempersingkat jarak tempuh antar-desa serta antar-kecamatan secara signifikan.
Manfaat terbesar dari selesainya jalan ini sangat dirasakan oleh sektor pertanian lokal. Para petani kini dapat mengangkut hasil panen, pupuk, dan sarana produksi pertanian lainnya dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat serta biaya operasional yang lebih efisien.
Rasa syukur dan gembira terpancar jelas dari raut wajah para warga, salah satunya disampaikan oleh Iwan, warga setempat yang sejak awal mengamati jalannya pengerjaan. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas terwujudnya jalan yang kini sudah rapi dan nyaman dilalui.
"Kami sangat berterima kasih atas terealisasinya rehabilitasi Jalan Desa Mundu ini. Pengerjaannya berjalan lancar dan alhamdulillah sudah rampung 100 persen tadi jam 5 pagi. Kehadiran jalan yang bagus ini tentu sangat membantu aktivitas warga dan mobilitas petani di sini," ujar Iwan saat ditemui di lokasi.
Kendati sebagian besar ruas vital sepanjang 185 meter tersebut telah selesai dikerjakan, warga masih menyimpan harapan besar untuk penuntasan secara menyeluruh. Pasalnya, masih terdapat sisa jalan menuju Klampean Desa Segeran sepanjang kurang lebih 420 meter yang kondisinya saat ini masih belum layak dilalui.
Warga setempat sangat berharap sisa ruas jalan yang rusak tersebut dapat kembali mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan wakil rakyat, sehingga bisa kembali direalisasikan melalui pengecoran beton pada alokasi anggaran berikutnya.
Selesainya proyek infrastruktur ini sendiri merupakan wujud nyata dari pengawalan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil 2, Suhendri SH.
Berdasarkan papan informasi kegiatan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, pekerjaan ini didanai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp197.780.000,- dan dikerjakan oleh PT. Adelia Quantum Energi. (*)
Baca Juga:

Posting Komentar