Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi

Bupati Lucky Hakim tinjau pengerukan sedimentasi lumpur dan normalisasi infrastruktur irigasi di 3 lokasi di Indramayu.
INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah cepat untuk membenahi dan memperkuat infrastruktur pengairan yang menjadi urat nadi sektor pertanian. 

Bupati Indramayu Lucky Hakim turun langsung meninjau proyek normalisasi dan pengerukan sedimentasi saluran irigasi yang tengah dikebut di tiga titik lokasi pada Selasa (7/7/2026).

Langkah taktis ini diambil guna mengatasi masalah pendangkalan infrastruktur air yang krusial bagi stabilitas pasokan ke lahan persawahan. 

Salah satu titik krusial yang ditinjau adalah Saluran Irigasi Gabus - Wanguk, yang mengalami peningkatan sedimentasi dalam dua tahun terakhir akibat endapan sisa material pembangunan pembatas di sekitar pintu air serta faktor sampah warga.

Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa optimalisasi infrastruktur fisik seperti palang pintu air dan jaringan drainase adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.

"Kita upayakan yang terbaik agar air bisa terdistribusi ke sawah, sehingga pertanian masyarakat semakin maju dan petani lebih sejahtera," ujar Bupati Lucky Hakim saat meninjau palang pintu air irigasi di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur.

Berdasarkan data lapangan, tiga titik proyek infrastruktur pengairan yang dipantau langsung meliputi:
Desa Gabuskulon (Kecamatan Gabuswetan): Pengerukan sedimentasi lumpur pada saluran drainase di depan permukiman warga dan sepanjang jalan utama menggunakan alat berat guna mencegah genangan.

Desa Wirakanan (Kecamatan Kandanghaur): Pemantauan palang pintu air irigasi bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sugeng Heriyanto untuk menjamin kelancaran distribusi air.

Saluran Irigasi Gabus–Wanguk: Pengerukan total sedimentasi dari hulu (pintu air) hingga ke bagian hilir saluran guna mengembalikan fungsi tampung air yang menyusut dua tahun terakhir.

Plt Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin, menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur ini merupakan kebutuhan mendesak bagi para petani. Pihak kecamatan berkomitmen memastikan seluruh pengerjaan fisik selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan.

"Kami ingin memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi. Hasilnya harus segera dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan air," kata Rusyad. (*)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi
  • Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi
  • Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi
  • Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi
  • Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi
  • Atasi Pendangkalan 2 Tahun terakhir, Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Irigasi di 3 Lokasi

Posting Komentar